Ads 720 x 90

Fiksioner Free Blogger Theme Download

Terbongkar Kebohongan AS, Pemilik Tanker Bantah Kapalnya Ditorpedo, AS Ingin Sulut Perang?


Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran terus meningkat. Hanya butuh pemicu untuk jadi alasan AS menyerbu Iran. Pada abad 21, AS hanya butuh pemicu untuk menyerang negara lain.

Pada 2001, AS menyerang Afganistan dengan dalih menumpas Alqaida dan Taliban karena meledakkan menara kembar WTC. AS juga menginvasi Irak pada 2003 dengan tuduhan kepemilikan senjata pemusnah massal, yang ternyata juga tak terbukti.

Kali ini Iran dituduh menyerang dengan torpedo dan ranjau laut terhadap dua tanker milik Jepang dan Norwegia. Benarkah? Sebagaimana dinukil sindonews.com (15/6), pemilik kapal tanker Kokuka Courageous asal Jepang, mengatakan bahwa kapalnya dihantam oleh benda terbang, bukan ranjau laut seperti yang diklaim oleh AS.

Yutaka Katada, presiden Kokaku Sangyo Co, pemilik Kokuka Courageous mengatakan bahwa para pelaut melihat sesuatu terbang ke arah kapal tepat sebelum ledakan dan dampaknya jauh di atas garis air. Artinya bukan torpedo atau ranjau laut. Pasalnya, bila dua senjata itu yang mengenai kapal, bisa dipastikan kerusakan berada di bawah lambung kapal.

Katada menyebut proyektil mendarat secara signifikan lebih tinggi dari permukaan air, jadi pihaknya benar-benar yakin bahwa ini bukan torpedo. Dan tak ada bom waktu atau peledak yang ditempelkan di lambung kapal. Kapal terbakar hebat karena dihantam benda terbang, yang mungkin saja rudal.

Keterangan Katada berseberangan dengan Pusat Komando AS, yang menyebut dua kapal tanker dihantam oleh ranjau laut yang dipasang ke kapal di bawah garis air menggunakan magnet.

Pusat Komando AS kemudian merilis video yang memperlihatkan sebuah kapal patroli Garda Revolusi Revolusi Iran mengeluarkan sebuah ranjau yang tidak meledak dari salah satu kapal tanker, Kokuka Courageous.

Serangan itu terjadi setelah perjalanan dua hari Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe ke Iran, yang bertujuan untuk meningkatkan hubungan antara Washington dan Teheran, yang telah memburuk secara nyata dalam 48 jam terakhir.

Kementerian Luar Negeri Jepang mengutuk serangan itu dalam sebuah pernyataan dan berjanji untuk bekerja dengan negara-negara terkait untuk mengamankan keselamatan kawasan, tetapi tidak menyebut Iran atau kemungkinan pelaku penyerang lainnya. Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyalahkan Iran atas insiden tersebut dan menyebutnya sebagai negara teror.

Iran membantah keras tuduhan AS dan hanya menyebut negeri Abang Sam itu hanya cari gara-gara dan alasan untuk menyerbu Iran. Namun Iran meyakinkan pihaknya sangat siap menghadapi serangan AS.
Daniel Dwi Adrian
Seorang pria yang suka dengan sejarah dan juga internet, tertarik pada ideologi, politik, dan militer.

Related Posts

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter