Sudah Tak Pakai Batu, Kini Palestina Balas Rudal Israel Dengan Rudal

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px. Iklan ini akan tampil di halaman utama, indeks, halaman posting dan statis.

Ads 720 x 90

Sudah Tak Pakai Batu, Kini Palestina Balas Rudal Israel Dengan Rudal

Daniel Dwi Adrian
Monday, June 17, 2019

Teheran, Indocircle.net | Presiden Iran, Hassan Rouhani memuji pertahanan Palestina selama beberapa tahun terakhir. Ia mengatakan bahwa Palestina sudah membalas rudal Israel dengan rudal, bukan lagi dengan batu.

"Ada saat ketika orang-orang Palestina hanya memiliki batu untuk membela diri," kata Rouhani pada pertemuan kabinet di Teheran, Rabu (29/5).

"Namun, hari ini, Palestina mampu menanggapi serangan Israel berkat usaha keras mereka, pengorbanan, dan industri dalam negeri. Hari ini, rudal dijawab dengan rudal," kata Rouhani.

Perkataan Rouhani tersebut merujuk pada serangan udara yang dilakukan Israel di Jalur Gaza yang diblokade, kemudian dibalas oleh faksi-faksi Palestina dengan sejumlah rudal di wilayah yang diduduki Israel dan memaksa militer negara Israel mundur dalam waktu kurang dari 48 jam.

Sistem "Kubah Besi" yang dimiliki rezim Israel ini gagal mencegat rudal yang ditembakkan oleh kelompok pejuang Palestina di Gaza.

Rouhani mengajak rakyat Iran untuk turun ke jalan menunjukkan dukungan sepanjang masa mereka bagi bangsa Palestina di hadapan Israel sampai kemenangan akhir.

Merujuk pada keadaan menyedihkan orang-orang Palestina, ia mengatakan pendudukan Israel yang didukung Barat telah merampas keselamatan dan kebebasan generasi-generasi Palestina.

"Sebagai saudara mereka, umat Islam lainnya tidak bisa diam dalam menghadapi pemindahan negara besar dengan cara seperti itu," tegas presiden.

Ia juga mengecam pengakuan Amerika Serikat (AS) terhadap kota suci Yerusalem yang diduduki Al-Quds sebagai ibu kota Israel, yang merupakan tuntutan historis Palestina bahwa bagian timur kota itu berfungsi sebagai ibu kota masa depan negara mereka.