Seorang Pastor Katolik Tuntun Pasien Muslim Ucap Syahadat Sebelum Meninggal

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px. Iklan ini akan tampil di halaman utama, indeks, halaman posting dan statis.

Ads 720 x 90

Seorang Pastor Katolik Tuntun Pasien Muslim Ucap Syahadat Sebelum Meninggal

Nadia Kamilatunisa
Sunday, June 2, 2019

Seorang Pastor Katolik Tuntun Pasien Muslim Ucap Syahadat Sebelum Meninggal - Orang bilang toleransi di indonesia sudah mulai pudar, namun ternyata masih banyak kok orang yang peduli dengan tolerasi beragama di indonesia, contohnya kisah seorang pastor katolik asal Gereja Santa Theresia, Majenang, Kabupaten Cilacap ini.

Sebuah kisah toleransi antar agama datang dari Purwokerto. Saat itu, Romo Boni, seorang Rohaniwan Katolik menengok seorang tetangganya yang tengah dirawat di sebuah rumah sakit di Kota Purwokerto.

Saat itulah, seorang tenaga medis rumah sakit tersebut bergegas mendekati romo bernama lengkap Boni Fausius Abbas ini dan mengatakan ada pasien yang tengah sekarat.

Mengutip merdeka.com (30/5/2019) Rumah Sakit tersebut berafiliasi dengan organisasi yang identik dengan agama Kristen. Romo Boni ini sudah dikenal sebagai rohaniwan di sana.

Diketahui, pasien yang dimaksud adalah seorang muslim. Jiwa toleran Romo Boni diuji. Hatinya sempat gundah.

Diketahui, ketika seorang muslim hendak meninggal dunia, maka pendamping rohani yang bisa dari kalangan keluarga atau pemuka agamanya menuntunnya untuk mengucapkan kalimat Allah dan syahadat.

"Saat itu pasien masih sadar," ucapnya. Seperti dilansir merdeka.com (30/5/2019).

Romo pun sadar jika ia menuntun pasien mengucapkan syahadat, maka secara agama Katolik yang dianutnya salah. Dia pun ragu sebagai penganut Katolik menuntun seorang muslim mengucapkan kalimat-kalimat suci dalam agama Islam. Namun tak ada jalan lain, sebab di sana tak ada pendamping muslim.

Nuraninya pun bergemuruh lebih kencang untuk menolong saudara muslimnya ini. Karenanya, dia bertekad menuntun si muslim mengucapkan syahadat atas nama toleransi.

"Saya berulang-ulang mengucapkan Asyhadu Allaa Ilaahaillallaah, Wa Asyhadu Anna Muhammadarrosulullah. Saya ingin agar ia berada dalam keimanannya," ucap pastor Gereja Santa Theresia, Majenang, Kabupaten Cilacap, ini, seperti dilansir merdeka.com (30/5/2019).

Beberapa saat setelah kembali ke ruang besuk tetangganya, Romo dapat kabar dari dokter sang pasien telah meninggal. Romo pun berdoa agar pasien muslim itu meninggal dunia dalam iman dan Islam.

Romo Boni yakin, apa yang dilakukannya tak salah. Sebab, dia hanya ingin menolong agar saudaranya yang berbeda agama itu kembali kepada Tuhannya dalam keimanannya.

"Agama tidak menyebabkan kita berkelahi. Dalam agama kita diajarkan untuk saling menghormati," kata Romo Boni.