SITUS KAMI PINDAH KE
Namina Kiky

Saturday, June 1, 2019

Kepolisian Myanmar Tangkap Biksu Radikal Wirathu karena Menyebarkan Paham Anti-Islam


Kepolisian Myanmar Tangkap Biksu Radikal Wirathu karena Menyebarkan Paham Anti-Islam - Kepolisian Myanmar akan menangkap biksu radikal yang bernama Wirathu karena ceramah tentang pemahaman anti-Islam yang disampaikannya. Perkataan Wirathu dianggap memprovokasi kekerasan dan pembantaian terhadap warga Muslim Rohingya di Rakhine.

Menurut juru bicara kepolisian Myanmar Myo Thu Soe kepada AFP, Selasa (28/5), surat penangkapan telah dikeluarkan terhadap Wirathu. Dia dianggap melanggar pasal 124 soal kebencian.

Myo tidak menyebutkan detail alasan penangkapan Wirathu, namun pasal di atas berisi larangan


"percobaan memantik kebencian atau penghinaan, atau mendorong ketidakpuasan terhadap pemerintah". Hukuman dalam pasal ini adalah maksimal tiga tahun penjara.


Belum diketahui keberadaan Wirathu saat ini. Namun biksu berusia 50 tahun itu sempat tinggal di kuil kota Mandalay.

Wirathu dalam ceramahnya dianggap memprovokasi kekerasan terhadap umat Muslim Rohingya. Dia juga menyerukan kebencian terhadap warga Muslim, termasuk memboikot bisnis umat Islam dan larangan menikahi mereka.

Karena pemahaman nya yang bersifat radikal, Wirathu dijuluki sebagai "Buddhis bin Laden". Pada 2013, wajahnya muncul di sampul depan majalah Time dengan judul besar "Wajah Teror Budhis". Pada tahun 2018 Facebook menutup akun facebook milik Wirathu yang dianggap memprovokasi kekerasan.

Menurut berbagai lembaga HAM, ceramah Wirathu memicu bentrokan antara warga Rohingya dan Buddha Rakhine. Ujungnya adalah penyerangan desa-desa Rohingya oleh aparat dan warga, menewaskan 10 ribu orang, dan membuat 740 ribu Rohingya mengungsi ke Bangladesh.

Wirathu

Dewan biksu senior sempat melarang Wirathu untuk berceramah di muka publik. Ketika larangan dicabut, dia langsung berceramah di acara militer pada Maret tahun lalu.

Pembantaian, pemerkosaan, dan pembakaran rumah-rumah Rohingya membuat PBB menyebutnya sebagai upaya genosida. Mahkamah Pidana Internasional (ICC) telah melakukan pemeriksaan atas kejahatan tersebut. Menanggapi hal itu, Wirathu malah menantang.

"Hari di mana ICC datang ke sini, adalah hari Wirathu memegang senapan," kata Wirathu Oktober tahun lalu.

No comments:

Post a Comment

Berikan Opini Anda Mengenai Artikel Yang Baru Anda Baca Melalui Komentar!

detikNews

GilaBola+

Berita Utama

Contact Form

Name

Email *

Message *

Kategori Berita

Pilpres 2019+

Tag Populer

detikcoy

detikcoy
detikcoy

Tag Populer

Video Terpopuler

Fokus

Iklan Semua Halaman

Masukkan kode iklan di sini. Diwajibkan iklan ukuran 300px x 250px. Iklan ini akan tampil di halaman utama dan halaman posting. Iklan yang ditaruh di sini apabila dilihat dari tampilan seluler, akan tampil iklan di urutan nomor 2 dari atas apabila dilihat di halaman depan, dan akan tampil di iklan nomor 3 (paling bawah) apabila dilihat di halaman posting.

Iklan Halaman Depan

Masukkan kode iklan di sini. Diwajibkan iklan ukuran 250px x 250px. Iklan ini hanya akan tampil di halaman utama dan tampilan desktop.

Iklan Halaman Depan

Masukkan kode iklan di sini. Diwajibkan iklan ukuran 300px x 250px. Iklan ini akan tampil di halaman utama. Iklan yang ditaruh di sini apabila dilihat dari smartphone, akan tampil di iklan nomor 3 (paling bawah) apabila dilihat di halaman depan.

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Iklan Semua Halaman

Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px. Iklan ini akan tampil di halaman utama, indeks, halaman posting dan statis.

Most Popular

Follow Us

Iklan Halaman Depan

Masukkan kode iklan di sini. Diwajibkan iklan ukuran 300px x 250px. Iklan ini hanya akan tampil di halaman utama pada tampilan desktop.

Iklan Halaman Posting

Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 300px x 250px. Iklan ini hanya akan tampil di halaman posting. Iklan yang ditaruh di sini hanya akan tampil pada tampilan desktop.

Iklan Halaman Depan

Masukkan kode iklan di sini. Diwajibkan iklan ukuran 300px x 250px. Iklan ini hanya akan tampil di halaman utama pada tampilan desktop.

Ads 720 x 90

Most Popular