Ads 720 x 90

Fiksioner Free Blogger Theme Download

Kelompok Separatis OPM Gunakan Anak Sebagai Tentara untuk Melawan Militer Indonesia


Papua Barat, Indocircle.net | Kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM) Baru-baru ini membuat ulah baru yaitu merekrut anak-anak untuk bergabung sebagai tentara separatis untuk melawan militer indonesia, Hal ini jelas dilarang dalam undang-undang internasional.

OPM Mengatakan mereka melakukan ini dengan dalih sebagai bagian dari sejarah Papua dan perjuangan kemerdekaan mereka.

Sebby Sambom, juru bicara WPLA yang tinggal di Papua Nugini, mengakui pasukan mereka mencakup remaja di bawah 18 tahun. Dia menggambarkan hal ini sebagai bagian dari sejarah Papua dan perjuangan kemerdekaan mereka.

"Anak-anak ini secara otomatis menjadi pejuang dan penentang militer kolonial Indonesia," kata Sebby Sambom, juru bicara TNPB, dilansir dari Asia Pacific Report, Senin (24/6/2019)

Dia mengatakan beberapa kompi tentara anak berusia antara 15 dan 18 tahun saat ini berjuang untuk kelompoknya di berbagai daerah di Papua.

Menurut Kelompok Kerja PBB untuk Anak-anak dan Konflik Bersenjata, dalam hukum hak asasi manusia internasional, 18 tahun adalah usia legal minimum untuk perekrutan dan penggunaan anak-anak dalam permusuhan. Sedangkan penggunaan anak-anak usia 15 tahun ke bawah sebagai tentara didefinisikan sebagai kejahatan perang oleh Pengadilan Kriminal Internasional.

Tanggapan Militer Indonesia


Saat ini Kapendam XVII Cenderawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi, mengatakan dia tidak tahu tentang penggunaan tentara anak oleh TNPB.

Dia mengaku belum melihat bukti langsung adanya tentara separatis OPM dari anak-anak tetapi di beberapa daerah terpencil anak-anak memang ingin bergabung dengan WPLA.

"Jika kita bertanya kepada anak-anak di Mapenduma tentang cita-cita mereka, jawaban mereka adalah menjadi pejuang OPM (Organisasi Papua Merdeka)," katanya. "Karena mereka tidak tahu dunia luar."

Muhammad Aidi mengatakan siapa pun di bawah 18 yang menyerang pasukan keamanan Indonesia dengan senjata tidak akan dikecualikan.

"Ancamannya sama dengan orang dewasa yang bisa membunuh kita dengan senjata mereka," katanya.
Daniel Dwi Adrian
Seorang pria yang suka dengan sejarah dan juga internet, tertarik pada ideologi, politik, dan militer.

Related Posts

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter