Ads 720 x 90

Fiksioner Free Blogger Theme Download

Puisi dan Kutipan-kutipan Widji Thukul yang Masih Relevan Sampai saat ini


Puisi dan Kutipan-kutipan Widji Thukul - Bagi mahasiswa-mahasiwa tahun 90an pasti tahu mengenai siapa itu Wiji Thukul, dia adalah seorang seniman dan juga seorang Aktivis Hak Asasi Manusia era rezim Soeharto, Wiji Thukul sering melakukan kritikan panas bagi pemerintah saat orde baru, Keberadaan Aktivis HAM ini sampai saat ini masih dipertanyakan.


Kehilangan nya begitu tragis bagai ditelan bumi sebab Wiji Thukul menghilang secara misterius karena diduga diculik oleh militer.

Puisi Wiji Thukul: dibawah Selimut Kedamaian Palsu

Apa guna punya ilmu tinggi, kalau hanya untuk mengibuli. Apa guna banyak baca buku, kalau mulut kau bungkam melulu.
Di mana-mana moncong senjata berdiri gagah, kongkalikong dengan kaum cukong
Didesa-desa rakyat dipaksa menjual tanah tapi, tapi, tapi, tapi dengan harga murah!

Kutipan Wiji Thukul: Peringatan!

jika rakyat pergi ketika penguasa pidato kita harus hati-hati. 
Barangkali mereka putus asa kalau rakyat bersembunyi dan berbisik-bisik ketika membicarakan masalahnya sendiri. 
Penguasa harus waspada dan belajar mendengar bila rakyat berani mengeluh itu artinya sudah gasat 
dan bila omongan penguasa tidak boleh dibantah kebenaran pasti terancam 
apabila usul ditolak tanpa ditimbang suara dibungkam kritik dilarang tanpa alasan dituduh subversif dan mengganggu keamanan maka hanya ada satu kata: lawan!

Puisi Wiji Thukul: Sukmaku Merdeka!

Tidak tergantung pada Departemen Tenaga Kerja Semakin hari semakin nyata nasib di tanganku
Tidak diubah oleh Tidak mau akan dirubah oleh Tuhan Pemilik Surga
Apakah ini rusak? entahlah! Aku tak menyumpahi rahim Ibuku Lagi Sebab Pasti Malam TIDAK akan Berubah Menjadi pagi Hanya DENGAN memaki-maki Waktu Yang diisi keluh akan Berisi keluh Waktu Yang berkeringat KARENA kerja akan melahirkan serdadu-serdadu kebijaksanaan Biar Perang Meletus Kapan Saja Itu Bukan apa-APA * Masalah nomer Satu Adalah hari ini Jangan mati sebelum dimampus takdir Sebelum malam mengucap selamat malam Sebelum kubur selamat selamat datang Aku mengucap untuk hidup yang jelata MERDEK A .. !!!!

Kutipan Wiji Thukul: Buruh-buruh

Di batas desa Pagi - pagi Dijemput truk Dihitung seperti pesakitan Diangkut ke pabrik Begitu seterusnya
Mesin terus berputar Pabrik harus memproduksi Pulang malam Badan loyo
Nasi dingin
Bagaimana jika anak sakit
Bagaimana obat
Bagaimana dokter
Bagaimana rumah sakit
Bagaimana uang
Bagaimana gaji Bagaimana pabrik?
mogok Pecat! mesin tak boleh berhenti Maka dikeluarkanlah tenaga murah Mbak ayu kakang dari desadisedot Sampai pucat

Sekian kumpulan puisi dan kutipan-kutipan sang penyair yang sampai saat ini tidak diketahui keberadaanya.

Seorang penyair yang begitu mendambakan reformasi dan makna demokrasi yang terwujud. Kini cita-citanya telah menjadi kanyataan. Reformasi telah mencapai, dan bahkan demokrasi kita semakin lebih baik namun jejak sang penyair sampai saat ini masih menjadi misteri.

Keyword: puisi wiji tungkul
kata kata wiji tungkul
wiji thukul
Nadia Kamilatunisa
Halo! Aku Nadia, di blog ini aku akan menulis tentang kesehatan, game, film, sains, dan Filsafat.

Related Posts

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter