Ads 720 x 90

Fiksioner Free Blogger Theme Download

Misteri Kutukan Saddam Hussein Untuk Pengkhianat Dirinya. Terbukti!


Misteri Kutukan Saddam Hussein Untuk Pengkhianat Dirinya. Terbukti! - Naiknya Saddam Hussein ke kursi Presiden di Irak, membawa optimisme rakyatnya. Berulang kali pergantian kepemimpinan di negeri itu, sama sekali tidak mengubah taraf kehidupan masyarakat.

Di awal masa jabatannya sebagai Presiden, Saddam memenuhi harapan banyak orang. Dia menggunakan rejeki petro dollar untuk menyejahterakan rakyatnya. Sayangnya, lama-kelamaan dia berubah. Gaya otoriter mulai dilakukannya, sekaligus memasung kebebasan rakyat.


Dukungan Amerika Serikat di masa-masa awal kepemimpinannya, berubah menjadi permusuhan abadi. Walau Presiden negeri Paman Sam itu berganti-ganti, tidak ada satu pun yang akrab dan bersahabat dengan Saddam.

Bersama Libya, Irak menjadi batu sandungan bagi hegemoni Amerika Serikat di kawasan kaya minyak itu. Perseteruan kedua negara berujung pada serangan pasukan koalisi yang dipimpin Amerika Serikat ke Irak. Dalam waktu singkat, rezim pemerintahannya runtuh. Saddam Hussein dan sejumlah kroninya melarikan diri dari Baghdad.


Tanpa menunda, pencarian dilakukan oleh pasukan khusus Amerika Serikat terhadap Saddam, keluarga dan para pendukungnya. Dua orang anaknya, Uday dan Qusay terbunuh dalam suatu pengepungan di sebuah villa di kawasan Moshul. Sembilan bulan setelah pelariannya dari ibukota Irak, Saddam ditangkap di tanah kelahirannya, Tikrit. Seorang petani, Alaa Namiq juga ikut ditangkap karena diduga menjadi penyelamat dan pelindung Saddam.


Sebelumnya, Pemerintah Amerika Serikat berupaya sungguh-sungguh untuk menemukan Saddam Hussein. Selain mengerahkan semua kekuatan intelijennya, Pemerintah negeri Paman Sam itu juga menawarkan hadiah besar untuk informasi akurat soal Saddam.

Postulat pemerintah AS bahwa hadiah besar akan mampu mengalahkan loyalitas, terbukti. Iming-iming USD 25 juta menggoyahkan loyalitas Ibrahim, pengawal yang juga orang dekat Saddam. Dia membuka rahasia keberadaan buron nomor wahid itu. Saddam ditangkap di bunker darurat tempat persembunyiannya, yang dibuat Alaa Namiq.


Saat Saddam ditangkap, Saddam tahu siapa yang membuka rahasia itu. 'Orang bersalah akan menerima hukumannya!' Banyak orang menduga, ucapan itu diutarakan Saddam untuk dirinya sendiri. Itu adalah bukti kesadaran Saddam yang merasa memiliki banyak kesalahan. Ternyata kutukan itu diarahkan sang Presiden terguling itu untuk orang yang mengkhianatinya, Ibrahim.

Apakah Ibrahim mendapatkan apa yang dijanjikan Pemerintah AS? Ternyata tidak. Ibrahim justru ditahan pasukan Amerika, dengan alasan untuk menyelamatkannya dari amukan rakyat Irak yang kecewa padanya. Tidak ada dana dari Pemerintah AS masuk ke dalam pundi-pundinya. Keberadaannya pun tidak diketahui. Kuat dugaan, dia dihabisi untuk menghapus jejak kekerasan Pemerintah Amerika.
Daniel Dwi Adrian
Seorang pria yang suka dengan sejarah dan juga internet, tertarik pada ideologi, politik, dan militer.

Related Posts

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter