Kerusuhan Pilpres 2019, Jakarta di Gedung Bawaslu

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px. Iklan ini akan tampil di halaman utama, indeks, halaman posting dan statis.

Ads 720 x 90

Kerusuhan Pilpres 2019, Jakarta di Gedung Bawaslu

Daniel Dwi Adrian
Wednesday, May 22, 2019

Kerusuhan Pilpres 2019, Jakarta di Gedung Bawaslu -  Kerusuhan terjadi di jakarta tepatnya di Gedung Bawaslu Rabu dini hari tadi, Menelan korban jiwa sekitar 6 orang tewas dan 200 orang luka-luka.

Polisi mengatakan mereka telah berhasil menangkap 20 orang lebih yang merupakan “provokator” dalam kerusuhan di Jakarta ini. Massa membakar sebuah asrama brimob dan sejumlah kendaraan di ibu kota Jakarta.

Penyebab Kerusuhan di Jakarta



Kerusuhan ini terjadi disebabkan karena  adanya seratusan massa merusak pagar kawat duri yang direntang di depan kantor Bawaslu, Jalan Mh Thamrin, Jakarta Pusat, Senin 21 Mei 2019.

“Dari tadi kami kan sudah damai aman. Tiba-tiba ada massa saya belum tahu dari mana ini ya. Dari tadi memancing, terus merusak barier (kawat berduri). Memancing-mancing terus, ya sudah kami lakukan upaya pengamanan,” ujar Harry

Kronologi Kerusuhan di Jakarta


Kronologi kerusuhan bermula dari adu mulut antara massa dengan polisi Sabhara. Akibat kerusuhan ini beberapa orang massa diamankan oleh polisi. Kerusuhan bermula saat massa merusak kawat duri yang dibentangkan di depan Kantor Bawaslu, Jakarta.

Polisi kemudian menegur massa dan mengimbau mereka agar tak melakukan tindakan yang merusak.

“Ini (pagar kawat duri) dari uang pajak rakyat,” ujar salah seorang massa aksi di lokasi, Selasa 21 Mei 2019.

Terus berlanjut, Sabhara mulai terprovokasi oleh nyanyian dari massa yang menyindir mereka. Tak lama kemudian terdengar deru langkah kaki polisi di jembatan penyeberangan. Polisi langsung menyergap massa. Massa pun berlarian, Berlanjut dengan bentrok di Asrama Brimob.