Ads 720 x 90

Fiksioner Free Blogger Theme Download

Kantor Polisi di Jawa Timur Dibakar Massa


Kantor Polisi di Jawa Timur Dibakar Massa - Kantor Polsek Tambelangan, Sampang, Madura, Jawa Timur, ludes dibakar sejumlah massa, pada Rabu (22/4/2019) tadi malam.

Anggota panitia pemilihan kecamatan (PPK) Tambelangan  Syamsul Arifin, mengatakan, kejadian itu berawal dari adanya sekelompok massa yang datang secara tiba-tiba ke kantor Mapolsek Tambelangan, Sampang.

Massa selanjutnya melempari kantor Mapolsek dengan menggunakan batu. Polisi berupaya memberikan pengertian dan melarang mereka melakukan perbuatan anarkis namun tak digubris massa.



Dalam hitungan menit, jumlah massa semakin banyak dan semakin beringas hingga akhirnya terjadi pembakaran Kantor Polsek.

"Saat kebakaran sempat ada mobil pemadam kebakaran yang datang ke lokasi kejadian namun akhirnya kembali karena juga diancam oleh massa," kata Syamsul.

Jumlah personel polisi yang sedikit membuat kelompok penyerang semakin mudah untuk melakukan aksinya sehingga para personel Polsek Tambelangan kewalahan dan terpaksa menjauh.

Kronologi Pembakaran Kantor Mapolsek Tambelangan, Sampang


Awalnya, jumlah massa yang datang ke Mapolsek Tambelangan itu hanya sekitar 50 orang namun kemudian bertambah menjadi ratusan orang.
Dugaan sementara, penyerangan kantor Mapolsek Tambelangan ini terkait tewasnya enam orang pendukung Prabowo-Sandi saat berunjuk rasa di Jakarta, dan aksi ini sebagai bentuk solidaritas terhadap mereka.

Sebelumnya, pada Rabu (22/5/2019) sore, juga sempat terjadi aksi massa di Mapolsek Kedungdung, namun, hal itu bisa dikendalikan karena jumlah personel yang bertugas seimbang.

"Massa yang melakukan pembakaran ini sebagian diduga merupakan massa yang juga ikut aksi di Kedungdung," ungkap Syamsul dikutip Antara, Kamis (23/4/2019).

Pihak kepolisian dari Polres Sampang hingga saat ini belum memberikan keterangan pers terkait pembakaran Mapolsek Tambelangan ini namun penjagaan di berbagai Polsek di Kabupaten Sampang kini mulai diperketat untuk mengantisipasi jika ada aksi lanjutan lagi di Mapolsek lain.
Daniel Dwi Adrian
Seorang pria yang suka dengan sejarah dan juga internet, tertarik pada ideologi, politik, dan militer.

Related Posts

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter