Ads 720 x 90

Fiksioner Free Blogger Theme Download

Google Putuskan Kerjasama Dengan Huawei, Ada Apa?


INDOCIRCLE.NET
- Dampak perang dagang antara Amerika Serikat vs China, pengguna Huawei Dapat Kabar Buruk, Terancam Tak Bisa Pakai Android Lagi?

Vendor smartphone Huawei pun terancam kehilangan lisensi sistem operasi Android miliknya yang digunakan saat ini.

Kabar buruk bagi pengguna Huawei ini karena Google akan menanggungkan bisnis dan kerjasama dengan Huawei baik hardware maupun software.

Langkah ini disebut sebagai dampak dari larangan penggunaan teknologi Huawei di Amerika Serikat yang sudah disahkan menjadi undang-undang oleh Presiden Donald Trump.

Peraturan pemerintah AS juga melarang Huawei membeli segala komponen dalam bentuk apapun dari perusahaan AS, tanpa persetujuan pemerintah setempat.

Menurut sumber terdekat, kebijakan pemerintah AS ini tentu akan berpengaruh besar pada lini bisnis ponsel pintar Android milik Huawei.
Selain kehilangan lisensi, smartphone Android berikutnya yang digarap Huawei akan kehilangan akses ke layanan utama milik Google termasuk Google Play Store, Gmail, hingga YouTube.

"Kami mematuhi order yang diberikan (pemerintah AS) dan sedang menganalisis dampaknya", ujar juru bicara Google ke situs teknologi Android Police.

Kendati demikian, Huawei masih memiliki kesempatan untuk menggunakan sistem operasi Android meski telah kehilangan lisensi.
Pasalnya Android merupakan sistem operasi terbuka (open-source) yang berbasis komunitas.

Hanya saja, aplikasi buatan Google lainnya seperti Gmail, Chrome, dan Play Store tidak akan dapat digunakan di smartphone Android karena layanan tersebut memerlukan perjanjian komersial antara Huawei dengan Google.

"Huawei hanya akan dapat menggunakan sistem operasi Android versi publik, dan tidak akan mendapatkan akses ke aplikasi dan layanan eksklusif dari Google," ujar sumber tersebut.

Dikutip KompasTekno dari Reuters, Senin (20/5/2019), dengan dicabutnya lisensi ini, artinya Huawei tidak akan lagi mendapat dukungan teknis dari Google.

Pemerintah China mengancam akan membalas sanksi Amerika Serikat atas Huawei. Sanksi tersebut dilihat China sebagai upaya untuk membatasi bisnis internasional dari raksasa teknologi tersebut.

Seperti diberitakan CNN, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Lu Kang mengatakan Beijing menentang negara-negara yang menjatuhkan sanksi sepihak terhadap perusahaan-perusahaan dari negaranya. Tak cuma itu, China juga siap mengambil tindakan.

Sebelumnya pemerintahan Trump pada pekan lalu telah memblokir produk Huawei agar tidak digunakan di Amerika Serikat. Di sisi lain Huawei telah menyangkal produknya menimbulkan ancaman keamanan.

Beijing menuduh Presiden Donald Trump terlibat dalam sabotase industri dengan menggunakan keamanan negara sebagai alasan untuk menekan bisnis asing.

"Kami mendesak AS menghentikan praktik ini dan sebagai gantinya menciptakan kondisi yang lebih baik untuk kerja sama bisnis," kata Lu.

Namun ia tidak memberikan perincian tentang bagaimana China berencana membalas aksi AS tersebut.

Konfrontasi atas Huawei terjadi di tengah perang dagang yang lebih luas antara AS dan China, dengan kedua belah pihak memberlakukan tarif secara agresif pada produk impor.

Sementara itu, Duta Besar China untuk Inggris Liu Xiaoming, mengatakan negaranya tidak menginginkan perang dagang tetapi, tetapi juga tidak takut untuk melakukan hal tersebut bila memang dirasa perlu.

"China selalu terbuka untuk pembicaraan tetapi juga akan berjuang sampai akhir jika perang dagang pecah," katanya.

Baca Sumber
Daniel Dwi Adrian
Seorang Pelajar SMK Jurusan TKJ, Yang Tertarik Pada Dunia IT disini saya akan membahas seputar Teknologi, Gadget dan Game

Related Posts

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter