Ads 720 x 90

Fiksioner Free Blogger Theme Download

Fakta Mengejutkan Dalam Perang Irak, Tentara Wanita Amerika Lebih Takut Hal Ini!


Fakta Mengejutkan Dalam Perang Irak, Tentara Wanita Amerika Lebih Takut Hal Ini! - Amerika Serikat memang pionir dalam ide-ide terkait hak asasi manusia, termasuk persamaan hak antara pria dan wanita. Hampir semua pekerjaan yang di masa lalu hanya bisa dilakukan oleh kaum pria, kini sudah bisa dilakukan oleh para wanita. Bahkan dunia yang keras seperti dinas kemiliteran, para wanita dari negeri Paman Sam sudah bisa berpartisipasi di segala lini. Mungkin dalam beberapa tahun ke depan, bakal ada Komandan atau Panglima militer wanita dari negeri ini.


Di dunia militer, keberadaan kaum wanita sudah maju beberapa langkah dari beberapa dekade terdahulu. Pada waktu Perang Dunia II, sebagian besar wanita yang terjun ke dunia militer hanya ditempatkan di garis belakang, sebagai petugas dapur umum ataupun kesehatan. Kini, para wanita pun ikut memanggul senjata, berperang di garis depan.


Para tentara wanita Amerika Serikat tidak hanya bertugas di dalam negeri, tetapi juga terjun ke dalam konflik bersenjata di luar negeri. Irak adalah salah satu negara tempat para tentara wanita itu bertugas. Gambaran tentang kondisi bahaya yang mengancam mereka, dituliskan oleh Helen Benedict dalam buku 'Lonely Warrior: The Private War of Women Serving in Iraq'.


Resiko paling buruk dari para tentara wanita itu, hampir sama dengan yang dihadapi tentara pria. Bedanya, tentara wanita memiliki kerentanan yang jauh lebih berbahaya, yaitu serangan dari sesama tentara pria asal negeri Paman Sam. Bukan serangan biasa, tetapi serangan seksual.


Tidak mengherankan, tidak ada satu pun di antara mereka yang dengan sengaja tidur sendirian. Mereka lebih suka terjaga daripada harus tidur tanpa kawan. Kalaupun terpaksa, hal itu mereka lakukan dengan sebilah belati di bawah bantal. Tentu saja ini untuk sarana melindungi diri dari serangan tentara pria yang gelap mata, yang menyelinap ke kamarnya.


Ancaman itu bukan hanya isapan jempol. Letnan Arianna Chloe, seorang tentara wanita dari kesatuan Marinir, pernah mengalaminya. Tak hanya satu, dia menjadi sasaran pelecehan seksual dari beberapa tentara pria, termasuk seorang perwira. Dalam hirarki kemiliteran di Amerika Serikat, pemeriksaan seorang tentara hanya diizinkan atas perintah atasan. Chloe kurang beruntung karena sang atasan tidak pernah memberikan perintah pemeriksaan itu.


John Pilger, seorang jurnalis asal Inggris pernah merilis sebuah video dokumenter berjudul Invisible War. Dalam catatannya, pada tahun 2010 ada 20 persen tentara wanita AS (sekitaar 14.000 orang) mengalami trauma seksual. ternyata, ada juga 1 persen (5.000 orang) tentara pria yang mengalami hal yang sama. Bagaimana dalam perang Irak? Ternyata dalam perang itu, ada 4.500 - 5.000 tentara wanita yang mengalami perundungan seksual dari tentara pria yang bertugas di lokasi yang sama. Alih-alih menolong dan melindungi, para tentara pria itu justru berupaya meraih keuntungan untuk dirinya sendiri
Daniel Dwi Adrian
Seorang pria yang suka dengan sejarah dan juga internet, tertarik pada ideologi, politik, dan militer.

Related Posts

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter